Seorang pekerja toko buku sedang sibuk beres-beres, dia terkejut karena ada pria yang menghampiri dan menegurnya. Mukidi: “Saya nyaris tidak mengenalimu lagi. Kamu berubah banyak sekali. Rambutmu sudah lain. Kamu kelihatan lebih pendek, sudah tidak pakai kacamata. Apa yang terjadi denganmu, Wakijan?” Pekerja: “Tapi saya bukan Wakijan!” Mukidi: “Luar biasa!

Mukiran, anak laki laki Mukidi bercerita kepada mamanya tentang pengalaman naik angkot bersama ayahnya. Mukiran: “Mama, tadi waktu di angkot papa minta saya nyerahin tempat duduk saya buat penumpang cewek.” Markonah: “Memang harus begitu lah nak, itu namanya menghargai perempuan. Lagian kamu kan sudah cukup besar..” Mukiran: “Tapi Ma, aku

Mukidi dan istrinya sedang mandi bareng, tiba-tiba bel pintu berbunyi. Mukidi: “Say, coba tolong lihat siapa tuh” Markonah istri Mukidi yang sudah selesai segera melibatkan handuk ke tubuhnya dan membuka pintu. Tampak Wakijan, tetangganya termangu di depan pintu memandangnya. Wakijan: “Hai Nah, Mukidi ada?” Markonah: “Lagi mandi tuh.” Wakijan: “Aku

Di supermarket, Mukidi sedang belanja tanpa sadar di ikuti oleh seorang ibu-ibu. Ketika hampir mendekati antrian dikasir, Ibu: “Nak, maaf kalau tadi ibu ngikutin kamu terus mungkin kamu ngerasa nggak nyaman. Tapi itu karena kamu mirip anak saya yang baru saja meninggal.” Mukidi: “Oh, ya nggak papa, Bu.” Ibu: “Ibu

Suatu ketika ada kunjungan dari distributor barang kebutuhan sehari-hari ke Asrama Mahasiswa. Ketika sudah banyak mahasiswa yang berkerumun, seorang SPG dengan genit menarik tangan salah seorang mahasiswa yang ternyata si Mukidi ke panggung untuk diwawancarai. SPG: “Mas, kalau boleh tau mandinya pake sabun mandi apa?” Mukidi: “Saya biasanya pake sabun