GUDANG HUMOR

Cerita Lucu | Foto dan Gambar Lucu | SMS Lucu | Video Lucu | Teka-Teki




70 juta perbulan itu mudah Panduan 28 Hari Menguasai SEO -->

Pada suatu hari terjadi persidangan, di sebuah kantor pengadilan. Yang membahas tentang si Udin yang tua berumur 70 th, memperkosa anak umur tujuh tahun.
Dalam persidangan tersebut terjadi banyak perdebatan,antara hakim, jaksa penuntut, dan Udin.
Hakim : “Saudara Udin anda dituduh atas pemerkosaan anak dibawah umur !, bukan begitu saudara jaksa?”
Jaksa : “Tepat sekali yang mulia!”
Karena tuduhan hakim dan jaksa masih memberatkan si Udin,akhirnya Udin protes…
Udin : “SAYA TIDAK TERIMA YANG MULIA!!!”
Jaksa : “Tidak terima gimana, korban ada, saksi banyak kurang apa lagi?”
Udin : “Pokoknya saya tidak terima..!!, jelas-jelas saya tidak memperkosa anak dibawah umur?”
Hakim : “Kalau bukan dibawah umur terus apaan?”
Dengan keyakinan Udin menjawab,”SAYA MEMPERKOSA ANAK DIBAWAH KASUR!!!”

daripada beli kereta bayi, lebih simpel dan murah pakai pohon seperti ini

Seorang pemuda duduk berhadapan dengan seorang nyonya di sebuah kereta api. Pemuda itu sedang asyik mengunyah permen karet sambil melamun menatap langit-langit.
“Percuma kau berbicara padaku, Nak!” kata nyonya itu, “Aku tuli.”

Untuk malam pertamanya Joni, menghadiahkan Wina sebuah kimono sutra. Joni sengaja meletakkan kimono tersebut diatas ranjang pengantin sebagai isyarat supaya Wina segera mengenakannya setelah selesai acara resepsi
pernikahan malam hari. Tidak lama setelah Joni meletakkan kimono dan keluar kamar pengantin, masuklah Ibu Wina yang bermaksud memberikan
semangat dan briefing kepada Wina. Ibu Wina melihat kimono yang tadi diletakkan Joni dan iseng tertarik untuk mencobanya. Secara tidak terduga Joni yang sudah tidak sabar lagi melewati kamar. Ia melihat pintu kamar terbuka dan ada seseorang mengenakan kimono. Karena ia menduga yang mengenakan kimono tersebut adalah Wina, maka dengan sangat bersemangat ia masuk, menutup pintu dan merangkul dari belakang. Dan…dan…. 20 menit kemudian Joni baru menyadari bahwa wanita yang bersamanya adalah ibunya Wina.
“Hah, ibu…maafkan saya….”
Namun dengan tegasnya ibu Wina mengancam,
“Terusin, lu cabut gue tabok…”

Ceritanya begini, seorang kakek bercerita ama cucunya tentang kisah penjajahan belanda tempo doeloe (tau kan biasanya kakek kakek cuman make sarung doang tampa cd dan biasanya kursi malasnya terbuat dari rotan) Di tengah asiknya bercerita tiba tiba si kakek menangis tersedu-sedu di iringi dengan rintihan yang memilukan. Merasa terbawa suasana cucunya angkat bicara “Sudalah kek, memang tempo doeloe itu sangat menyedihkan tapi kan sekarang kita udah merdeka…”
Dengan nada agak menyedihkan si kakek menjawab “Cu, bukannya kakek sedih krn tempo doeloe, tapi BIJI KAKEK TERJEPIT DI KURSI ROTAN INI.”

Seorang kakek memasuki sebuah apartemen. Di pintu masuk ia bertemu seorang anak. “Nak,apakah engkau tahu kamar dimana Pak Yakub tinggal?” tanya sang kakek kepada anak tersebut.
Dengan ramah anak itu menjawab, “O, tahu Kek! Mari saya antarkan.”
Anak itu pun mengajak kakek itu naik tangga menuju lantai 10 dan membawanya ke depan kamar pak Yakub.
“Ini Kek… kamar apartemen Pak Yakub.”
Dengan napas yang masih tersengal-sengal sang kakek mengetuk pintu berkali-kali tetapi tidak ada jawaban.
“Nak,sepertinya Pak Yakub tidak di rumah.”
“Betul Kek, Pak Yakub sedang berada di lantai satu menunggu tamunya.”