Mike, yang sedang mengunjungi saudara laki-lakinya yang sudah berkeluarga dalam rangka merayakan natal, terkagum-kagum ketika mendapati keponakannya yang masih kecil sudah bisa membantu orangtuanya membuat kue.
Setelah mereka selesai membuat kue, Ibu Timmy mengijinkan Timmy menghiasi kue tersebut dengan krim. Ketika Timmy sudah menyelesaikannya, dia membawa kue tersebut dan ditaruh di atas meja.
“Wah, kuenya kelihatan lezat sekali, Tim.” puji Mike. Mike lalu mengambil sepotong kue dan menggigitnya sambil melihat ke kue-kue yang masih ada di piring. “Tim, kue ini betul-betul lezat.”
Setelah Mike menghabiskan satu potong kue, dia kemudian mengambil potongan kue yang kedua dan memberi komentar kepada Timmy. “Kue-kue ini sangat indah dipandang mata,” kata Mike. “Bagaimana caramu menaruh krim di atas kue ini dengan begitu rapi, tidak belepotan kemana-mana?”.
Sambil menunggu jawaban dari Timmy, Mike memakan potongan kue yang kedua dengan sekali gigit.
Lalu Timmy menjawab, “Aku jilati saja krim-krim yang belepotan di atas semua kue itu.”
Andi : “Sejak Dodo, teman akrab saya pindah ke sekolah lain, saya jadi malas jajan ke kantin sekolah.”
Rudi : “Wah, sampai begitu besarkah rasa persahabatan di antara kalian?”
Andi : “Tidak juga. Hanya selama ini Dodo yang membayar bila kami jajan di kantin.”
Pada suatu hari ada seorang anak yang dari pagi mondar-mandir di depan rumahnya..
ternyata anak itu menunggu penjual es cendol..
Dan saat tukang es cendol datang si anak lekas berlari menghampiri si tukang cendol, anak itupun bertanya:
Anak: Mang..!! es cendol segelas berapa mang..??
Tukang cendol: Rp.1500 dik..!
Anak: Kalau setetes …??
Tukang cendol: kalo setetes sih gratis dik..!
Anak: Kalo gitu tolong gelas saya ditetesin es cendol sampai penuh mang yah..!
Seorang wanita duduk di bus sambil makan kacang. Agar kelihatan sopan, ia menawari wanita yang duduk disebelahnya.
“Tidak, terima kasih.” kata wanita yang ditawari.
“Kacang bisa menggemukkan,” katanya lagi.
“Kenapa begitu?” kata wanita yang makan kacang.
“Lihat aja gajah…”
Seorang pelanggan bubur ayam yang sedang menikmati makanannya mendapatkan sebuah sekrup dalam mangkuk buburnya, tapi ia tidak menghiraukan sekrup tsb mungkin karena enaknya rasa bubur itu. Hari berikutnya seperti biasa dia datang lagi, sial betul hari itu ia mendapatkan lagi sebuah paku kecil dalam mangkuknya tapi ia tetap bersikap tenang & menikmati hidangannya. Bertahun-tahun sudah ia berlangganan bubur tersebut walaupun seringkali ia mendapatkan benda-benda keras dalam mangkuknya. Pada suatu hari ia terjadilah perbincangan antara keduanya :
Pedagang bubur, ” Kelihatannya anda suka sekali dengan bubur ayam saya ini, enak ya?
Pelanggan, “Sebenarnya sih tidak, tapi gara-gara bubur ayam bapak ini sekarang saya sudah punya toko bangunan!!”.



