Seorang sales sedang mencoba membujuk seorang petani untuk membeli sebuah sepeda. Si petani menolak untuk membeli sebuah sepeda, tapi ternyata si sales tampaknya tidak mudah menyerah.
“Hei … daripada membeli sepeda, lebih baik aku habiskan uangku untuk pelihara sapi,” kata si petani.
“Ah,” jawab si sales, “tapi coba pikir deh … Anda akan sangat terlihat bodoh jika Anda bepergian dengan mengendarai seekor sapi.”
“Huhh!!” hardik si petani. “Apakah tidak lebih bodoh jika orang melihatku memerah sebuah sepeda!”
Yuni masuk ke sebuah perpustakaan dan berdiri di depan seorang pegawai perpustakaan tersebut sambil berkata, “Saya mau komplain!”
“Ada apa, Nona?” sang petugas perpustakaan balik bertanya.
“Minggu lalu aku meminjam sebuah buku dari perpustakaan ini, dan buku tersebut sangat tidak bermutu!” jelas Yuni.
“Memangnya kenapa, Nona?”
“Hurufnya kecil-kecil, tidak ada spasi, tidak ada paragrafnya, semuanya hanya huruf-huruf, tidak ada gambar menarik, dan yang paling menyedihkan, buku itu sama sekali tidak menceritakan apapun padahal ada banyak nama orang di dalamnya!”
Petugas perpustakaan itu langsung terbelalak dan berkata, “Aha …. Jadi Andalah orang yang membawa buku telepon kami yang hilang minggu lalu!”
Sepasang pengantin baru yang masih lugu kebingungan untuk melakukan hubungan sex pada malam pertama mereka.
“Apakah kau tahu apa yang harus kita lakukan” tanya sang istri.
“Wah, aku pun tidak mengerti sayang” jawab sang suami. “Tapi aku ada ide, mari kita ke bar yang banyak pelautnya. Semua orang tahu bahwa pelaut ahli dalam hal sex. Mari kita minta salah satu pelaut mengajari kita”.
Singkat cerita mereka pergi ke bar dan menemukan seorang pelaut yang bersedia memberikan “pelajaran”.
“Baiklah, mari kita ke kamar di atas untuk mengajari kalian apa yang harus dilakukan” jawab sang pelaut dengan senang hati. Di dalam kamar, sang pelaut menggambar sebuah lingkaran dilantai dan berkata pada sang suami “Kamu harus berdiri dalam lingkaran dan tidak boleh keluar walau apapun yang terjadi”
Singkat cerita, sang pelaut melakukan kewajiban sang suami terhadap sang istri. Setelah selesai, dia mendapati sang suami sedang terkikik-kikik sendiri di dalam lingkaran.
“Hei bung, kenapa kau tertawa?” tanya sang pelaut.
“Aku sudah keluar lingkaran dua kali, tapi kau tidak memperhatikan…”


